Dijkstra for All Pair Shortest Path using Java

January 9th, 2009

Graph Problem Using Java.
Mostly, people used Floyd-Warshall to solve All Pair Shortest Path problem. But, I try to solve all pair shortest path problem using Dijkstra and it works.
The Source code can be seen below.

import java.util.*;

public class DijkstraASP{
	public static void main(String args[]){
		Main m =new Main();
	}
}
class Verteks{
	int no;
	int value;
	String color;
	Verteks(int no , int value){
		this.no = no;
		this.value = value;
	}
	Verteks(int no,String color){
		this.no = no;
		this.color = color;
	}
	public String getColor(){
		return color;
	}
	public void setColor(String color){
		this.color = color;
	}
	public int getValue(){
		return value;
	}
	public int getNo(){
		return no;
	}
	public void setValue(int a){
		value = a;
	}
}
class Main{
	public Main(){
		int n=2;
		Scanner in = new Scanner(System.in);
		PriorityQueue<Verteks> pq = new PriorityQueue<Verteks>
                                           (n,new Comparator<Verteks>(){
			public int compare(Verteks a,Verteks b){
				if(a.getValue() < b.getValue())
					return -1;
				else
					return 1;
			}
		});
		Verteks d[][] = new Verteks[n][n];
		int edge[][] = new int[n][n];
		for(int i=0 ; i< n ; i++){
			Arrays.fill(edge[i] , 0);
			for(int j=0 ; j< n ; j++){
			d[i][j]=new Verteks(j,Integer.MAX_VALUE);
			}
		}
		for(int i=0 ; i< n ; i++){
			d[i][i].setValue(0);
		}
		edge[0][1] =edge[1][0]=2;
		edge[1][2]=edge[2][1]=1;
		edge[0][2]= edge[2][0]=4;
		int u=0;
		for(int i=0 ; i< n ; i++){
			pq.add(d[i][i]);
			while(!pq.isEmpty()){
				u = pq.poll().no;
				for(int j=0 ; j< n ; j++){
					if(edge[i][j]!=0){
					if((d[i][j].getValue()) >
                                        (d[i][u].value+edge[u][j])){
					d[i][j].setValue(
                                        d[i][u].value+edge[u][j]);
						pq.add(d[i][j]);
					}

					}
				}
			}
		}
		for(int i=0 ; i< n ; i++){
			for(int j=0 ; j< n ; j++){
				System.out.println(d[i][j].getValue());
			}
		}
	}
}

MST (Minimum Spanning Tree) Using Kruskal and Disjoint Sets in Java

January 9th, 2009

Solution of Problem 1676 - Networking on TOJ.
Using Kruskal Algorithm and Disjoint Sets
Source :
Introduction of Algorithm, Thomas H. Cormen dkk
Data Structures and Problem Solving Using Java, Mark Allen Weiss

import java.util.*;
class DisjointSets{
	int s[];
	DisjointSets(int size){
		s = new int[size];
		Arrays.fill(s,-1);
	}
	public void gabung(int r1,int r2){
		if(s[r1] list = new ArrayList();
			DisjointSets d = new DisjointSets(route);
			for(int i=0 ; i(){
				public int compare(Edge a,Edge b){
					return a.weight-b.weight;
				}
			});
			int hasil=0;
			for(int i=0 ; i


				
				

Teori Dasar Diatonis

July 5th, 2008

Tangga nada diatonis biasa dikenal dengan : do re mi fa sol la si do.

Skala diatonik disusun oleh delapan not dalam satu inteval tertentu.

1. Diatonis Mayor

Tangga nada mayor dalam teori musik adalah tangga nada yang tersusun dari 8 not dalam 1 interval tertentu. Jarak antara not-not yang berurutan dalam tangga nada mayor (intervalnya) adalah : 1 - 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1 - 1/2

Dalam tangga nada ,terdapat notasi ‘#’ (baca: kres) dan ‘b’ (baca :mol, maaf terpaksa memakai huruf b).

Tangga Nada Kres (’#') dalam Diatonis Mayor

Waktu saya menduduki bangku SLTP, Ibu Leidemina Siregar (guru seni musik saya), fungsi tanda kres adalah untuk menaikkan nada sebanyak setengah. 0# atau biasa disebut’ C = do’ (mayor mode), memiliki tangga nada: C - D- E - F -G - A - B - C.

Kemudian , terdapat juga 1# atau biasa disebut G = do. Kok bisa tau G=do? Untuk mencari tangga nada 1#, ambil nada ke-5 dari 0#, posisikan sebagai nada pertama (dari sini didapat G=do), kemudian pada nada ke-7 naikkan setengah nada (biasanya dengan menambahkan imbuhan “is” atau tanda ‘#’ dibelakangnya). Maka tangga nada 1# adalah: G - A - B - C - D - E - Fis - G

Untuk mencari tangga nada 2#, ambil nada ke-5 dari 1# dan posisikan pada nada pertama ( didapat D=do), lalu nada ke-7 naikkan setengah nada. Maka tangga nada 2# adalah: D=do ; D - E - Fis - G - A - B - Cis - D

Proses ini bisa dibilang berlangsung rekursif , dalam artian 3# harus mengambil dari 2# , 4# harus mengambil dari 3#, dan seterusnya.

Maka tangga Nada Kres dalam diatonis mayor:

0# ; C=do : C-D-E-F-G-A-B-C
1# ; G=do : G-A-B-C-D-E-Fis-G
2# ; D=do : D-E-Fis-G-A-B-Cis-D
3# ; A=do : A-B-Cis-D-E-Fis-Gis-A
4# ; E=do : E-Fis-Gis-A-B-Cis-Dis-E
5# ; B=do : B-Cis-Dis-E-Fis-Gis-Ais-B
6# ; Fis=do : Fis-Gis-Ais-B-Cis-Dis-Eis-Fis
7# ; Cis=do : Cis-Dis-Eis-Fis-Gis-Ais-Bis-Cis

Tangga Nada Mol (’b') dalam Diatonis Mayor

Tanda Mol berfungsi untuk menurunkan sebanyak setengah nada (ini juga kata-katanya Ibu Leidemina Siregar , ^_^ ,makasih ya Bu..). Dalam pencarian tangga nada mol , metode yang digunakan berbeda dengan mencari tangga nada kres.

Dalam tangga nada mol : 0b ; C=do : C - D - E - F -G - A - B - C

Untuk mencari 1b, ambil nada ke-4 dari 0b, kemudian nada ke-4 pada 1b diturunkan setengah. Maka tangga nadanya : 1b ; F=do :F - G - A - Bes - C - D - E - F

Untuk 2b,3b dan seterusnya dapat dicari dengan cara yang sama seperti cara diatas.

0b ; C=do : C-D-E-F-G-A-B-C
1b ; F=do : F-G-A-Bes-C-D-E-F
2b ; Bes=do : Bes-C-D-Es-F-G-A-Bes
3b ; Es=do : Es-F-G-Aes-Bes-C-D-Es
4b ; Aes=do : Aes-Bes-C-Des-Es-F-G-Aes
5b ; Des=do : Des-Es-F-Ges-Aes-Bes-C-Des
6b ; Ges=do : Ges-Aes-Bes-Ces-Des-Es-F-Ges
7b ; Ces=do : Ces-Des-Es-Fes-Ges-Aes-Bes-Ces

2. Diatonis minor

Yang membedakan nada Diatonis minor dan nada Diatonis Mayor adalah jarak not yang berurutan dalam satu tangga nada (interval).Interval pada tangga nada mayor berjarak: 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1/2 - 1 - 1
Contoh, pada A=La (minor mode, menekankan pada nada minor) ; A-B-C-D-E-F-G-A. Jarak interval pada tangga nada tersebut sesuai dengan jarak interval diatas.

Jika kita tinjau pada gambar, terdapat kesamaan antara tangga nada mayor dan minor. Huruf besar berwarna merah menyatakan Mayor, sedangkan huruf kecil berwarna biru menyatakan minor. Nada tangga nada C mayor dianggap sama dengan A minor. Jika kita liat, pembentuk nada dasar C mayor memang sama dengan pembentuk nada A minor. Pada tangga nada minor biasanya ditulis dengan A=La karena memiliki interval yang berbeda dengan tangga nada mayor dan interval pada tangga nada minor mengharuskan agar dimulai dari nada La sehingga syarat interval minor dapat terpenuhi. Oleh karena itu, jika ingin mencari nada minor, cukup mulai dengan nada La pada tangga nada mayor.
Contoh:
4# pada Mayor ; E=do : E-Fis-Gis-A-B-Cis-Dis-E
Maka:
4# pada minor ; Cis=do : Cis-Dis-E-Fis-Gis-A-B-Cis
Terlihat pada gambar, E dan Cis terdapat dalam 1 area. Silahkan dicoba pada alat musik, implementasinya akan lebih nyata. ^_^.

Mohon Koreksinya Jika ada Kesalahan.
Salam.

Perkembangan Hak Angket

July 3rd, 2008

Selasa, (01/07) DPR mengesahkan 50 nama Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket yang akan melakukan penyelidikan terkait kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM bulan Mei silam. Jumlah anggota Pansus berdasarkan Fraksi adalah: Golkar (12), PDIP (10), Demokrat (5), PPP (5), PAN (5), PKB (5), PKS (4),BPD (2),PBR (1),PDS (1). Nama-nama anggota tersebut dapat dibaca di situs metrotvnews.com dengan judul “Pansus Hak Angket Disahkan” bagian Videonya.

Dikutip dari kompas.com : “Ketua Fraksi Golkar, Priyo Budi Santoso kemudian mengungkapkan keinginginan partainya untuk menjadi pimpinan dalam panitia angket BBM. Golkar, kata Priyo, telah menyiapkan tim terbaiknya masuk dalam panitia hak angket BBM.” . Opini selanjutnya adalah pada saat DPR melaksanakan Rapat Paripurna, Fraksi Partai Golkar dan Demokrat tidak setuju dengan diberlakukannya hak angket. Namun, mengapa Fraksi Partai Golkar dan Partai Demokrat mau saja menjadi panitia hak angket?  Malah Fraksi Partai Golkar berniat untuk menjadi pimpinan dalam Panitia Khusus Hak Angket. Menolak keputusan hak angket akan tetapi menjadi pimpinan hak angket, bagaimana mungkin? Hal ini tidak etis dan dapat menimbulkan kecurigaan bahwa Partai Golkar menjadi pemimpin untuk menggagalkan hak angket tersebut.

Pemikiran yang wajar kan? Jadi, apakah hak angket tetap menjadi solusi? Kita saksikan saja perkembangannya nanti.

Hak Angket

July 1st, 2008

Rapat Paripurna DPR di Gedung MPR/DPR (24/06) memutuskan untuk meneruskan hak angket terkait keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bulan Mei lalu.

Setelah dilakukan perundingan antar 10 Fraksi, terjadi perbedaan pendapat dengan perbandingan 5:5. Lima fraksi yang menolak hak angket adalah Partai Demokrat (PD), Golkar, PPP, Partai Damai Sejahtera (PDS) dan PKS. Sedangkan Bintang Pelopor Demokrasi (BPD), Partai Bintang Reformasi (PBR), PDIP dan PAN serta Fraksi PKB mendukung pelaksanaan hak angket. Maka, dilakukan lobi dan diteruskan dengan agenda voting karena terjadi perbandingan 5:5.

Hal yang cukup menarik perhatian publik dan pers adalah Fraksi PKS yang semula mengusulkan hak interpelasi tiba-tiba berbalik arah menolak pada saat dilakukan voting interpelasi. Hal yang hampir serupa juga dilakukan Fraksi PPP, yang berbalikmendukung hak angket ketika voting dilakukan. Hasilnya, 223 mendukung hak angket dan 127 menolak hak angket. Selanjutnya akan dibentuk Panitia Khusus (pansus) yang akan menindaklanjuti dan melakukan penyidikan terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.

Berbagai opini publik berkembang terkait dengan keadaan ini. Banyak editorial yang menulis opini pedas terkait ketidakkonsistenan keputusan Fraksi-fraksi yang tiba-tiba berbalik arah. Apa pengaruh PEMILU 2009 memang sangat besar ? Banyak yang menilai keputusan dalam voting tersebut semata-mata hanya untuk mencari muka di depan masyarakat agar kelak dapat memperoleh popularitas dan simpati masyarakat. Popularitas dan simpati masyarakat dinilai akan banyak memberikan dampak dan pengaruh pada masyarakat, termasuk pada PEMILU 2009.

Kita doakan saja mudah-mudahan keputusan anggota dewan untuk mendukung hak angket benar-benar bertujuan untuk memperjuangkan keadilan bagi masyarakat. Semoga.

Perkembangan Kejaksaan Agung RI

June 27th, 2008

Kasus suap yang telah menyebar di masyarakat luas ini nampaknya membuat Jaksa Agung Hendarman Supandji mengambil beberapa tindakan. Dimulai dari Rapat Kerja dan Tengah Pendapat dengan Komisi III DPR RI Rabu 25 Juni 2008. Raker tersebut menurut sumber, detik.com, raker tersebut berlangsung mulai pukul 10.00 sampai 24.00. Hasil dari raker tersebut adalah Komisi III DPR RI meminta Jaksa Agung agar meninjau dan melakukan pembaharuan kejaksaan. Jamdatun Untung, pada hari itu tidak terlihat batang hidungnya. Pada saat diwawancarai Metro TV, jamdatun Untung menyampaikan bahwa pada hari dilaksanakannya raker, dirinya sedang tidak enak badan.

Esok harinya, pada hari Kamis (26/06) siang pukul 14.00, Hendarman menyampaikan rekomendasi pemberhentian Untung Udji dari jabatannya sebagai Jamdatun (Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara). Hal ini dinilai Hendarman untuk menjaga kredibilitas Jamdatun. Dalam penyampaiannya, Hendarman tidak menyebutkan rekomendasi pemberhentian Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus), Kemas Yahya Rahman dan Jamintel (Jaksa Agung Muda Intelijen), Wisnu Subroto, yang dinilai terkait dengan kasus suap Urip dengan Arthalyta Suryani. Hal ini disebabkan pernyataan dari tim penyidik yang belum menyatakan besarnya kesalahan Jampidsus dan Jamintel. Hendarman menyebutkan akan ada tiga calon yang menggantikan posisi Untung sebagai Jamdatun, tetapi beliau menolak untuk menyebutkan namanya.

Pagi ini, Jumat (27/06) , Jaksa Agung Hendarman Supandji mengumpulkan Kepala Kejaksaan Tinggi se-Indonesia (sumber: metrotvnews.com). Pertemuan tersebut rencananya akan membahas tentang isu percakapan Arthalyta Suryani dengan beberapa petinggi Kejaksaan Agung. Dari pertemuan ini, diharapkan kasus Jaksa Urip dan Arthalyta Suryani beserta beberapa petinggi Kejaksaan Agung tidak terulang lagi.

Beginilah keadaan Lembaga Peradilan di Indonesia. Lembaga Peradilan di Indonesia memiliki makna kontras dengan perilaku. Lembaga Peradilan namun tidak bertindak adil. Mulut sudah tidak bisa dipercaya. Semoga negeri ini cepat menemukan pemimpin-pemimpin yang tidak dzhalim kepada rakyat nya. Amiin

(Artikel tentang Percakapan Arthalyta dengan sejumlah Petinggi Kejaksaan Agung dapat dibaca disini )

New…

June 10th, 2008

This is my new web blog..

Welcome..

Korupsi di Indonesia

June 6th, 2008

Korupsi di Indonesia memang sudah bukan rahasia lagi.

Salah satu buktinya adalah inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tanjung Priok. Dalam inspeksinya, di harian Media Indonesia disebutkan bahwa KPK mendapati setidaknya uang suap senilai Rp . 500 juta, yang didistribusikan dalam amplop. Selain dalam berntuk uang, ditemukan juga berbagai bukti suap berupa dokumen penerimaan transfer, cek, dan banyak amplop bertuliskan ditujukan kepada pejabat Bea Cukai.

Setelah inspeksi tersebut, KPK merasa perlu untuk membidik instansi lain, yaitu Badan Pemeriksa Keuangan, Mahkamah Agung, dan Departemen Keuangan (baca: http://www.ti.or.id/news/8/tahun/2008/bulan/06/tanggal/03/id/3040/). Inspeksi dan penggeledahan yang dilakukan oleh KPK diharapkan dapat membongkar proses birokrasi yang tidak sehat oleh institusi-institusi terkait. Hal ini yang disebut KPK sebagai reformasi birokrasi.

Kantor Pelayanan Umum seperti Bea Cukai memang sangat pas untuk  menjadi lahan basah para pelaku korupsi yang dengan muda meraup keuntungan dari yang bukan hak nya. Apakah memang perlu KPK yang melakukan inspeksi? Harus KPK? Tanpa KPK pun semestinya tiap orang sudah tahu. Tapi berita ini mendadak menjadi besar ketika heboh inspeksi dilakukan KPK. Padahal selama ini biasa-biasa saja. Tidak ada penanganan .

Hal ini sama dengan praktik pengedaran Narkotika di LP Cipinang yang sudah lama diketahui masyarakat. Memang pada awalnya Menteri Hukum dan HAM, Andi Mattalata menyatakan kurangnya alat deteksi, namun alat deteksi bukanlah sebuah alasan. Bahkan ketika beliau ditanya mengenai masalah ini (pada acara di salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu yang lalu), beliau pun mengaku sudah mengetahuinya. Beliau menyebutkan praktik seperti ini terus terjadi salah satunya karena faktor kesejahteraan pegawai dalam LP. Hal ini sama seperti pernyataan beliau di http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/15/time/193005/idnews/853196/idkanal/10

Negara ini perlu perubahan dalam banyak aspek, namun yang banyak menjadi masalah adalah sumber daya manusia yang memiliki kesadaran dan konsistensi tinggi. Bangkit Itu Kita! Dengan begitu, kita bisa mengajak orang lain untuk bangkit. ^_^

-Salam-

Kenaikan Harga BBM

May 27th, 2008

Mulai tanggal 24 Mei 2008 pukul 00.00, harga BBM di Indonesia mengalami kenaikan dengan ketetapan harga sebagai berikut:

Premium dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 per liter, solar dari Rp4.300 menjadi Rp5.500 per liter, dan minyak tanah dari Rp2.000 menjadi Rp2.500 per liter.

Menaikkan harga BBM berarti mengurangi subsidi dari perspektif pemerintah, menaikkan harga dari perpektif rakyat. Sebagai contoh, hal tersebut bisa dianalogikan seperti ini:

Sebelum BBM naik:

“Eh, mau beli baju gak? Harganya murah nih, cuma 25.000, nanti saya kasih 20.500 , kamu tambahin 4.500″

Ketika BBM naik:

“Wah , saya lupa mau beli keperluan lain, saya kasih 19.000 aja deh , kamu nambahin 6.000 yah”

Pada analogi diatas , BBM dilambangkan sebagai baju, yang menawarkan uang sebagai pemerintah , dan yang menambahkan uang sebagai rakyat

Pengalaman yang saya rasakan adalah ketika pagi hari Sabtu, tanggal 24 Mei 2008, saya berangkat menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan mengoper-oper Bus. Pertama-tama saya naik angkot (Angkutan Perkotaan 04) dari kukusan menuju kukusan juga untuk menyambung perjalanan menuju Pasar Minggu dengan Bus KOPAJA. Di angkot yang saya naiki itu, sudah dipampang surat yang kira-kira berbunyi:

Mulai tanggal 24 Mei 2008, diberlakukan tarif baru untuk angkutan perkotaan dengan ketentuan :

Pelajar : Rp. 1500,-

Umum : Rp. 2.500,-

Waw,, cepat sekali pemberlakuan tarif. Tapi ya wajar saja, bagaimana supir angkot tidak protes, sudah yang naik angkot sedikit , tekor di bensin pula.

Malam sebelum kenaikan BBM pun terlihat antrean di beberapa SPBU (hal ini mungkin sudah banyak dibahas). Tetangga saya pun memberitahu saya agar segera mengisi full tangki motor bapak saya. (Kebetulan hari itu tangki motor bapak saya masih penuh).

Tayangan berita salah satu Televisi Swasta yang saya tonton hari Senin tanggal 26 Mei 2008 menanyangkan opini yang diberikan oleh masyarakat mengenai kenaikan BBM di sekitar kawasan Ciledug. Terdapat berbagai opini masyarakat, diantaranya adalah opini yang dilontarkan seorang pegawai kantoran (maaf saya lupa namanya), yaitu dia berminat untuk ikut komunitas BIKE TO WORK lantaran merasakan kenaikan yang sangat berarti.

Terkait hal tersebut, Subsidi Langsung Tunai yang diberikan kepada Rakyat Miskin mulai menjadi pembicaraan. Salah satu wawancara yang dilakukan oleh berita pagi di salah satu televisi swasta tanggal 24 Mei menanyakan opini masyarakat miskin mengenai SLT (Subsidi langsung tunai). Yang menarik, jawaban dari salah satu warga miskin tersebut adalah : “kalo saya disuruh milih sih, mendingan gak usah dapat 100rb per bulan dari pada BBM naik, mendingan BBM gak usah naik deh, semuanya jadi mahal, udah gitu gak semua yang butuh bakal dapet,

Opini terhadap kenaikan BBM secara tak langsung mulai menggandrungi masyarakat, entah itu positif atau negatif (walau sepertinya amat banyak yang beropini negatif).

Amat baik jika pengganti BBM ( inovasi bahan bakar baru ) cepat ditemukan agar masalah BBM tidak meresahkan masyarakat yang takut harga sembako dan lain-lain akan terus menanjak.

Salam

Sosialisasi Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru UI 2008

May 23rd, 2008

Sebagai seorang Mahasiswa Universitas Indonesia, pertama-tama saya kaget dengan pemberlakuan jalur masuk UI tahun 2008. 80 % dari kapasitas diambil dari UMB sedangkan 20% sisanya diambil dari pelaksanaan SNM-PTN. Tapi ternyata banyak hal yang melatarbelakangi hal tersebut.

Salah satunya karena pada tahun ini , SPMB tidak lagi diadakan dan diganti menjadi SNM - PTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Kekhawatiran UI yang menganggap SNM-PTN yang baru berumur jagung diikuti dengan pengunduran diri para panitia SPMB dari pelaksanaan SNM-PTN inilah yang melatarbelakangi diadakannya UMB.

UI belum melihat seleksi yang akan dilakukan melalui SNMPTN akan memiliki kualitas yang sama dengan pelaksanaan SPMB ( untuk lebih jelasnya bisa dibaca di http://bem.ui.edu/v1/?p=18 , tulisan tentang Notulensi Ngobrol Bareng Rektor Jumat, 16 Mei 2008 pkl.13.30 – 16.45 @Balai Sidang BNI UI atau di http://www.anakui.com/2008/05/15/banyak-jalan-menuju-ui/) .

Hal ini masih perlu untuk disosialisasikan karena masih banyak yang belum mengetahui hal ini, termasuk warga UI sendiri.

Berikut sedikit informasi yang saya forward dari http://scele.cs.ui.ac.id/s1/mod/forum/discuss.php?d=9655

Informasi Jalur Penerimaan Mhs Baru UI Tahun 2008

Seperti diketahui, saat ini UI membuka beberapa program pendidikan (PP), yaitu:
1. D3 /S1 Non Reguler
2. S1 Reguler
3. S1 Ekstensi
4. S1 KKI
5. S2 Reguler
6. Profesi/Spesialis
7. S3 Reguler

Jalur masuk untuk ketujuh program pendidikan tsb adalah sbb:

A. SNM-PTN (hanya untuk PP no 2)
Merupakan seleksi untuk memasuki seluruh PTN dan BHMN di seluruh
Indonesia, di bawah koordinasi Dirjen Dikti.
Jumlah mhs S1 Reguler yang diterima di jalur ini adalah 20% dari daya
tampung SPMB yang direncanakan, sisa 80%nya masuk melalui UMB.
(Misal: Daya tampung S1 Ilmu Komputer di SPMB tadinya adalah 100 mhs,
jumlah mhs yang bisa diterima lewat jalur SNMPTN adalah 20 mhs saja,
sedangkan jumlah mhs yang diterima lewat jalur UMB adalah 80 mhs).
Mhs yang diterima melalui jalur ini bisa meminta beasiswa/BOP berkeadilan.

B. UMB (Ujian Masuk Bersama, hanya untuk PP no 2)
UMB merupakan ujian masuk khusus UI dan beberapa universitas lainnya
(saat ini: UI, UIN, UNJ, USU) yang menggunakan jasa seleksi
dari lembaga “Perhimpunan SPMB Nusantara”, yang dulunya
adalah penyelenggara SPMB. UMB akan dilaksanakan di Medan, Padang,
Jakarta,Yogyakarta, Surabaya dan tempat lain yang akan ditentukan kemudian.
Teknis pelaksanaan sama seperti SPMB dulu.
Jadwal pendaftaran UMB: 23-31 Mei 2008
Jadwal tes UMB: 7-8 Juni 2008
Jadwal pengumuman: 21 Juni 2008.
Calon mhs yang tidak diterima di UMB masih dapat mengikuti SNM-PTN, krn
pendaftaran SNM-PTN adalah tanggal 16-27 Juni 2008.
Mhs yang diterima melalui jalur ini bisa meminta beasiswa/BOP berkeadilan.

C. Penerimaan Reguler (untuk PP no 3,4,5,6,7)
Merupakan jalur masuk yang seleksinya diselenggarakan secara lokal oleh UI.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui http://penerimaan.ui.edu

D. Pembinaan Prestasi Khusus, tdd
- Pembinaan Bakat Akademik (PPKB), khusus untuk PP no 2
Mhs yang diterima melalui jalur ini bisa meminta beasiswa/BOP berkeadilan.
- Pembinaan Bakat Seni (untuk PP no 1,2,3,5)
- Pembinaan Pemenang Olimpiade (untuk PP no 1,2,3,5)
- Pembinaan Olahragawan Juaran (untuk PP no 1,2,3,5).

E. Pembinaan Daerah, tdd
- PPKB jalur pemerataan
Mhs yang diterima melalui jalur ini bisa meminta beasiswa/BOP berkeadilan.
- KSDI jalur Daerah (bisa untuk semua PP, namun untuk tahun 2008 masih
tertutup hanya untuk PP no 2 saja).

F. Pengembangan SDM
- KSDI jalur industri –> Industri ybs harus menyumbangkan infrastruktur
untuk UI seperti membangun lab, jembatan, dll
- (Mobilisasi dana masyarakat) –> masih sedang didiskusikan konsepnya.

Keterangan:
- BOP berkeadilan: BOP yang dikenakan kepada mhs S1 Reguler dari jalur
SNM-PTN, UMB dan PPKB. BOP yang wajib dibayar oleh mhs bergantung pada
kemampuan keuangan mhs, dengan kisaran Rp. 100 ribu - Rp. 7.5 juta
untuk program studi rumpun sains dan teknologi,
Rp. 100 ribu - Rp. 5 juta untuk program studi rumpun ilmu sosial dan
humaniora.

- KSDI: Kerja Sama Daerah & Industri, merupakan jalur masuk untuk mhs utusan
daerah yang dididik untuk kembali ke daerah (harus menandatangani surat
perjanjian kerjasama dengan Pemda)

Info yang disertakan berikut memang masih kurang lengkap. Info lebih lengkapnya dapat dilihat di http://ui.edu/page/info-penerimaan-mahasiswa-baru-universitas-indonesia-program-sarjana-reguler-id.html/

Demikian info yang dapat saya berikan.

Mudah-mudahan sosialisasi ini dapat berguna bagi siswa SMA/MA/SMK sederajat yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia.

Salam