Tentang Kesempurnaan
May 23rd, 2008 | by admin |Terlintas 2 semboyan pepatah di pikiran saya
Nobodies Perfect dan Practice makes perfect
Apa yang anda pikirkan tentang 2 kalimat diatas?
Klo menurut saya:
p= Practice
q= Perfect
if p ‘then’ q
p
______________
;q
hasilnya q (perfect),,
jika memang sudah dinyatakan :
“Nobody’s perfect” atau berdasarkan kalimat logika diatas dinyatakan dengan
~q
maka kedua kalimat diatas tidak sah dan tidak benar.
~q dan q merupakan sebuah kontradiksi.
jelas-jelas kalimat diatas tidak sah dalam aturan pengambilan kesimpulan logika preposisi…
semestinya, pepatah menggunakan sebuah definisi.
Memang tidak ada manusia yang sempurna, tapi manusia bisa mendekati sempurna
Agar pernyataan tersebut valid, maka:
1. Pepatah harus mengganti kalimat yang sudah bertahan lama, dari kata ‘Sempurna’ menjadi ‘Mendekati Sempurna’
2. Pepatah harus mendefinisikan ‘Kesempurnaan’ yang dimaksud dengan pemetaan sebuah fungsi.
Kemudian fungsi definisikan sebagai sebuah limit yang tidak akan pernah mencapai sebuah nilai p, dimana p adalah variable yang menentukan tingkat ‘practice’ manusia yang menghasilkan manusia yang ’sempurna’
Maka fungsi sempurna dipetakan dari seberapa tinggi manusia practice
didefinisikan sebagai:
lim s(x)
x->p
dimana s(x) adalah sebuah fungsi yang menyatakan tingkat kesempurnaan manusia (ingat asumsi bahwa p adalah sebuah nilai yang menghasilkan nilai s(p), dimana s(p) adalah tingkat kesempurnaan manusia)
Pepatah seharusnya menyertakan ini dalam pembuatan kalimat2 diatas sehingga tidak menimbulkan kontradiksi dalam pemikiran manusia.
NB: Sebelumnya Kata ‘perfect’ pada “Practice makes Perfect” diasumsikan sebagai kesempurnaan yang dimiliki manusia dalam suatu bidang,
Dalam hal ini, memang tidak ada kan manusia yang benar-benar sempurna, walau dalam 1 bidang pun..
~just a simple thought , ^_^
One Response to “Tentang Kesempurnaan”
By phic on May 29, 2008 | Reply
ya elah maz dolot,,,sampe segitunya dipikirin….