Kenaikan Harga BBM

May 27th, 2008 | by admin |

Mulai tanggal 24 Mei 2008 pukul 00.00, harga BBM di Indonesia mengalami kenaikan dengan ketetapan harga sebagai berikut:

Premium dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 per liter, solar dari Rp4.300 menjadi Rp5.500 per liter, dan minyak tanah dari Rp2.000 menjadi Rp2.500 per liter.

Menaikkan harga BBM berarti mengurangi subsidi dari perspektif pemerintah, menaikkan harga dari perpektif rakyat. Sebagai contoh, hal tersebut bisa dianalogikan seperti ini:

Sebelum BBM naik:

“Eh, mau beli baju gak? Harganya murah nih, cuma 25.000, nanti saya kasih 20.500 , kamu tambahin 4.500″

Ketika BBM naik:

“Wah , saya lupa mau beli keperluan lain, saya kasih 19.000 aja deh , kamu nambahin 6.000 yah”

Pada analogi diatas , BBM dilambangkan sebagai baju, yang menawarkan uang sebagai pemerintah , dan yang menambahkan uang sebagai rakyat

Pengalaman yang saya rasakan adalah ketika pagi hari Sabtu, tanggal 24 Mei 2008, saya berangkat menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan mengoper-oper Bus. Pertama-tama saya naik angkot (Angkutan Perkotaan 04) dari kukusan menuju kukusan juga untuk menyambung perjalanan menuju Pasar Minggu dengan Bus KOPAJA. Di angkot yang saya naiki itu, sudah dipampang surat yang kira-kira berbunyi:

Mulai tanggal 24 Mei 2008, diberlakukan tarif baru untuk angkutan perkotaan dengan ketentuan :

Pelajar : Rp. 1500,-

Umum : Rp. 2.500,-

Waw,, cepat sekali pemberlakuan tarif. Tapi ya wajar saja, bagaimana supir angkot tidak protes, sudah yang naik angkot sedikit , tekor di bensin pula.

Malam sebelum kenaikan BBM pun terlihat antrean di beberapa SPBU (hal ini mungkin sudah banyak dibahas). Tetangga saya pun memberitahu saya agar segera mengisi full tangki motor bapak saya. (Kebetulan hari itu tangki motor bapak saya masih penuh).

Tayangan berita salah satu Televisi Swasta yang saya tonton hari Senin tanggal 26 Mei 2008 menanyangkan opini yang diberikan oleh masyarakat mengenai kenaikan BBM di sekitar kawasan Ciledug. Terdapat berbagai opini masyarakat, diantaranya adalah opini yang dilontarkan seorang pegawai kantoran (maaf saya lupa namanya), yaitu dia berminat untuk ikut komunitas BIKE TO WORK lantaran merasakan kenaikan yang sangat berarti.

Terkait hal tersebut, Subsidi Langsung Tunai yang diberikan kepada Rakyat Miskin mulai menjadi pembicaraan. Salah satu wawancara yang dilakukan oleh berita pagi di salah satu televisi swasta tanggal 24 Mei menanyakan opini masyarakat miskin mengenai SLT (Subsidi langsung tunai). Yang menarik, jawaban dari salah satu warga miskin tersebut adalah : “kalo saya disuruh milih sih, mendingan gak usah dapat 100rb per bulan dari pada BBM naik, mendingan BBM gak usah naik deh, semuanya jadi mahal, udah gitu gak semua yang butuh bakal dapet,

Opini terhadap kenaikan BBM secara tak langsung mulai menggandrungi masyarakat, entah itu positif atau negatif (walau sepertinya amat banyak yang beropini negatif).

Amat baik jika pengganti BBM ( inovasi bahan bakar baru ) cepat ditemukan agar masalah BBM tidak meresahkan masyarakat yang takut harga sembako dan lain-lain akan terus menanjak.

Salam

  1. 1 Trackback(s)

  2. Jul 7, 2008: Harga BBM Non Subsidi Naik Lagi « Dadibhara’s Weblog

Post a Comment

< ?php do_action(’comment_toolbar’, ‘comment’); ?>