Korupsi di Indonesia
June 6th, 2008 | by admin |Korupsi di Indonesia memang sudah bukan rahasia lagi.
Salah satu buktinya adalah inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tanjung Priok. Dalam inspeksinya, di harian Media Indonesia disebutkan bahwa KPK mendapati setidaknya uang suap senilai Rp . 500 juta, yang didistribusikan dalam amplop. Selain dalam berntuk uang, ditemukan juga berbagai bukti suap berupa dokumen penerimaan transfer, cek, dan banyak amplop bertuliskan ditujukan kepada pejabat Bea Cukai.
Setelah inspeksi tersebut, KPK merasa perlu untuk membidik instansi lain, yaitu Badan Pemeriksa Keuangan, Mahkamah Agung, dan Departemen Keuangan (baca: http://www.ti.or.id/news/8/tahun/2008/bulan/06/tanggal/03/id/3040/). Inspeksi dan penggeledahan yang dilakukan oleh KPK diharapkan dapat membongkar proses birokrasi yang tidak sehat oleh institusi-institusi terkait. Hal ini yang disebut KPK sebagai reformasi birokrasi.
Kantor Pelayanan Umum seperti Bea Cukai memang sangat pas untuk menjadi lahan basah para pelaku korupsi yang dengan muda meraup keuntungan dari yang bukan hak nya. Apakah memang perlu KPK yang melakukan inspeksi? Harus KPK? Tanpa KPK pun semestinya tiap orang sudah tahu. Tapi berita ini mendadak menjadi besar ketika heboh inspeksi dilakukan KPK. Padahal selama ini biasa-biasa saja. Tidak ada penanganan .
Hal ini sama dengan praktik pengedaran Narkotika di LP Cipinang yang sudah lama diketahui masyarakat. Memang pada awalnya Menteri Hukum dan HAM, Andi Mattalata menyatakan kurangnya alat deteksi, namun alat deteksi bukanlah sebuah alasan. Bahkan ketika beliau ditanya mengenai masalah ini (pada acara di salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu yang lalu), beliau pun mengaku sudah mengetahuinya. Beliau menyebutkan praktik seperti ini terus terjadi salah satunya karena faktor kesejahteraan pegawai dalam LP. Hal ini sama seperti pernyataan beliau di http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/15/time/193005/idnews/853196/idkanal/10
Negara ini perlu perubahan dalam banyak aspek, namun yang banyak menjadi masalah adalah sumber daya manusia yang memiliki kesadaran dan konsistensi tinggi. Bangkit Itu Kita! Dengan begitu, kita bisa mengajak orang lain untuk bangkit. ^_^
-Salam-
One Response to “Korupsi di Indonesia”
By Haudy on Apr 22, 2009 | Reply
Wah gara2 tulisan ini, saya makin termotivasi, untuk ikutan (baca:korupsi)!
