Perkembangan Kejaksaan Agung RI
June 27th, 2008 | by admin |Kasus suap yang telah menyebar di masyarakat luas ini nampaknya membuat Jaksa Agung Hendarman Supandji mengambil beberapa tindakan. Dimulai dari Rapat Kerja dan Tengah Pendapat dengan Komisi III DPR RI Rabu 25 Juni 2008. Raker tersebut menurut sumber, detik.com, raker tersebut berlangsung mulai pukul 10.00 sampai 24.00. Hasil dari raker tersebut adalah Komisi III DPR RI meminta Jaksa Agung agar meninjau dan melakukan pembaharuan kejaksaan. Jamdatun Untung, pada hari itu tidak terlihat batang hidungnya. Pada saat diwawancarai Metro TV, jamdatun Untung menyampaikan bahwa pada hari dilaksanakannya raker, dirinya sedang tidak enak badan.
Esok harinya, pada hari Kamis (26/06) siang pukul 14.00, Hendarman menyampaikan rekomendasi pemberhentian Untung Udji dari jabatannya sebagai Jamdatun (Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara). Hal ini dinilai Hendarman untuk menjaga kredibilitas Jamdatun. Dalam penyampaiannya, Hendarman tidak menyebutkan rekomendasi pemberhentian Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus), Kemas Yahya Rahman dan Jamintel (Jaksa Agung Muda Intelijen), Wisnu Subroto, yang dinilai terkait dengan kasus suap Urip dengan Arthalyta Suryani. Hal ini disebabkan pernyataan dari tim penyidik yang belum menyatakan besarnya kesalahan Jampidsus dan Jamintel. Hendarman menyebutkan akan ada tiga calon yang menggantikan posisi Untung sebagai Jamdatun, tetapi beliau menolak untuk menyebutkan namanya.
Pagi ini, Jumat (27/06) , Jaksa Agung Hendarman Supandji mengumpulkan Kepala Kejaksaan Tinggi se-Indonesia (sumber: metrotvnews.com). Pertemuan tersebut rencananya akan membahas tentang isu percakapan Arthalyta Suryani dengan beberapa petinggi Kejaksaan Agung. Dari pertemuan ini, diharapkan kasus Jaksa Urip dan Arthalyta Suryani beserta beberapa petinggi Kejaksaan Agung tidak terulang lagi.
Beginilah keadaan Lembaga Peradilan di Indonesia. Lembaga Peradilan di Indonesia memiliki makna kontras dengan perilaku. Lembaga Peradilan namun tidak bertindak adil. Mulut sudah tidak bisa dipercaya. Semoga negeri ini cepat menemukan pemimpin-pemimpin yang tidak dzhalim kepada rakyat nya. Amiin
(Artikel tentang Percakapan Arthalyta dengan sejumlah Petinggi Kejaksaan Agung dapat dibaca disini )